FLAMBOYANT FELLOW
in photograph we define ourselves, beneath the blanket of fashion

August 22, 2008

we’re all going to hell

Tulisan saya dipostingan dibawah postingan yang ini mengingatkan saya sendiri pada ceramah Salat Jum’at 2 minggu lalu yang membuat saya merinding di sekujur badan. Khatibnya membeberkan bahwa ada kemungkinan yang tinggi bahwa umat Islam di Indonesia yang notabene umat Islam terbesar di dunia, bahwa sebagian besar dari kita akan merasakan derita api neraka, terutama yang hidup di masa sekarang ini di mana kehidupan sekuler menjadi warna dari umat Islam.

Kita ini sekarang hidup serba terjebak, karena kita sudah menjadi mainan kapitalisme global yang berprinsip persaingan pasar, dimana yang kuat yang menang, yang lemah ditendang. Islam tidak mengenal itu, karena harusnya yang kuat membantu yang lemah. Jadi kata siapa perbudakan telah hilang? perbudakan justru makin merajalela, dan makin canggih, karena makin sulit dideteksi. Liat aja buruh atau tenaga2 kasar yang diperas 8 jam sehari dengan gaji yang ditentukan dari berapa banyak pelanggan yang dia dapatkan. Penjaga toilet digaji sebulan 200 ribu, dengan mengharapkan sedekah dari orang - orang yang menggunakan toilet, dengan 2 hari libur: hari kedua lebaran dan tanggal 17 Agustus! Sungguh ironis, merdeka satu hari di hari kemerdekaan!

Seperti yang khatib tersebut bilang, dan yang banyak dari kita pasti sadari pula, kita telah melakukan pelanggaran besar - besaran terhadap pasal 33 UUD 45, dimana seharusnya bumi, air, dan kekayaan alam dikelola oleh negara dan digunakan bagi kemaslahatan masyarakat. Lagi - lagi dengan kedok “persaingan terbuka” perusahaan - perusahaan negara malah dijual, diprivatisasi. Masyarakat kehilangan haknya dalam pendidikan, kesehatan, dan kekayaan alam, sementara kewajiban semakin membebani.

Belum lagi budaya kita bersama: budaya korupsi, budaya munafik, yang kurang - kurang dilebih - lebihkan, yang lebih - lebih dikurang - kurangkan, di depan jadi malaikat di belakang jadi setan, di siang jadi dermawan di malam jadi pencuri, kebebasan dan HAM jadi alat propaganda untuk ambisi dan nafsu, padahal sesuatu itu tak bisa absolut, kebebasan ga bisa absolut, yang absolut itu datangnya dari Tuhan. Kejelekan beredar disekitar kita dan kita berdiam diri, malah “diatur” karena alasan ekonomi dan pembangunan, masa kita makan PAD haram? Saya terkutuk kalo hidup saya dibelenggu oleh alasan keduniaan padahal saya katanya percaya Tuhan

Jadi mungkin benar kata Khatib tersebut, selama gaya hidup masih kaya gini, we’re all going to hell, katanya nanti cuma 1% dari umat Islam nanti yang langsung masuk surga, dan mungkin itu sebagian besar datang dari orang - orang tawakal yang ditindas, dari orang - orang yang berjihad, seperti di Palestina sana. Meskipun kita jujur hidupnya dan rajin beribadah, pasti kita kecipratan dosa yang datang dari “sesuatu” yang telah menjadi sistem ini. Saya bagian dari “sesuatu” itu, ampunilah saya ya ALLAH

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://flamboyant.blogsome.com/2008/08/22/were-all-going-to-hell/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>