Biofuel not Cool??
Beberapa waktu lalu, saya baca di koran bahwa biofuel tengah berkembang menjadi bahan bakar alternatif, banyak pabrikan kendaraan memproduksi mobil diesel, terutama di Eropa yang kini semakin menggalakkan penggunaan Biofuel. Indonesia merupakan salah satu penyuplai utama bahan baku untuk biofuel, di mana jutaan hektar hutan di konversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Kalau ada yang bertanya - tanya soal kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, salah satu penyebabnya adalah semakin tingginya permintaan ekspor dari luar negeri untuk menggunakan kelapa sawit sebagai bahan baku biofuel.
Menurut peneliti dan PBB, pemanfaatan biofuel ternyata tidak lebih baik dari bahan bakar minyak bumi, hal ini dikarenakan karena proses pengembangan biofuel yang tidak memperhatikan minimalisasi dampak lingkungan. Indonesia, lagi - lagi tertuduh menjadi negara yang tidak memperhatikan lingkungannya. Peneliti mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan tempat penyimpanan karbon terbesar di dunia, dan ketika hutan dikonversi menjadi lahan perkebunan, terjadi pelepasan karbon dalam jumlah besar dan menjadi CO2, yang mencengangkan, 1 hektar tanah yang dikonversi menjadi perkebunan akan menghasilkan 3000 ton gas CO2 dalam 5 tahun dan untuk menghilangkannya diperlukan pemakaian biofuel selama 423 tahun!
Peneliti pun menyarankan untuk menghindarkan carbon debt ini dapat dilakukan dengan penanaman di lahan kosong, dan sebaiknya pengembangan energi alternatif diarahkan menggunakan media yang terbarukan seperti angin, sinar matahari, dan hidrogen.
artikel selengkapnya:
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=13738
- Uncategorized | Time: 11:54 pm (UTC+8)
