FLAMBOYANT FELLOW
in photograph we define ourselves, beneath the blanket of fashion

March 18, 2008

Biofuel not Cool??

Beberapa waktu lalu, saya baca di koran bahwa biofuel tengah berkembang menjadi bahan bakar alternatif, banyak pabrikan kendaraan memproduksi mobil diesel, terutama di Eropa yang kini semakin menggalakkan penggunaan Biofuel. Indonesia merupakan salah satu penyuplai utama bahan baku untuk biofuel, di mana jutaan hektar hutan di konversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Kalau ada yang bertanya - tanya soal kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, salah satu penyebabnya adalah semakin tingginya permintaan ekspor dari luar negeri untuk menggunakan kelapa sawit sebagai bahan baku biofuel.

Menurut peneliti dan PBB, pemanfaatan biofuel ternyata tidak lebih baik dari bahan bakar minyak bumi, hal ini dikarenakan karena proses pengembangan biofuel yang tidak memperhatikan minimalisasi dampak lingkungan. Indonesia, lagi - lagi tertuduh menjadi negara yang tidak memperhatikan lingkungannya. Peneliti mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan tempat penyimpanan karbon terbesar di dunia, dan ketika hutan dikonversi menjadi lahan perkebunan, terjadi pelepasan karbon dalam jumlah besar dan menjadi CO2, yang mencengangkan, 1 hektar tanah yang dikonversi menjadi perkebunan akan menghasilkan 3000 ton gas CO2 dalam 5 tahun dan untuk menghilangkannya diperlukan pemakaian biofuel selama 423 tahun!

Peneliti pun menyarankan untuk menghindarkan carbon debt ini dapat dilakukan dengan penanaman di lahan kosong, dan sebaiknya pengembangan energi alternatif diarahkan menggunakan media yang terbarukan seperti angin, sinar matahari, dan hidrogen.

artikel selengkapnya:
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=13738

March 8, 2008

Walikota yang Menjaga Kota

Dalam perjalanan pulang malam itu, otak saya dimanfaatkan untuk melamunkan hal - hal yang dilalui hari itu. Menyetir jadi perkara mudah di malam hari, jalanan sepi dan saya pun sudah sangat hapal dengan rute yang saya lalui. Tiba - tiba perhatian saya tertarik pada suara di radio, saat si pembawa acara menyelipkan cerita di sela - sela lagu. Menurut si pembawa acara, di suatu kota di Prancis, diberlakukan suatu peraturan yang aneh. Walikota melarang sekitar 200-an warganya untuk mati!! Alasannya karena menurut walikota di kota tersebut sudah tak ada lagi tempat untuk menguburkan mayat, dan yang lebih gilanya lagi, si walikota tak sungkan - sungkan memberikan sanksi tegas buat yang melanggar peraturan ini. Cerita ini membuat saya menggeleng - gelengkan kepala tanpa henti sepanjang perjalanan sampai rumah. Otak saya diputar sedemikian rupa mencari logika peraturan yang dibuat tersebut, jalan pikiran apa yang dipakai si walikota gila itu? dan saya tak bisa menemukan jawabannya. Apakah walikota tersebut mengartikan bahwa walikota bertugas sebagai penjaga kota?? Karena bila seperti itu, kenapa tidak diusir saja warga - warga yang dilarang mati, atau sekalian semua warga di kota itu diusir, karena warga kota akan menghambat tugas walikota dalam menjaga kota. Saya pun bertanya - tanya walikota Bandung sendiri seperti apa, apakah pemkot Bandung mengeluarkan peraturan - peraturan yang menjaga kota atau warganya? Apakah mereka lebih memprioritaskan kota ini daripada warganya? Satu hal yang jelas, mereka tidak melakukan pekerjaan bagus dalam menangani keduanya.

March 5, 2008

Antara AC Milan dan Inter Milan

Meskipun saya selalu menyatakan diri sebagai pendukung Inter Milan, saya sebenarnya juga sangat tertarik dengan tim sekotanya, yaitu AC Milan. Kenyataannya, saat ini saya lebih sering menonton pertandingan - pertandingan yang AC Milan mainkan, meski saat ini Inter sedang berjaya di Seri A. Inter saat ini memang bermain bagus, tapi sejak semakin sedikit jumlah pemain Italianya yang bermain di starting eleven entah kenapa jadi antipati.

Ketertarikan saya dengan Milan berawal karena mereka memiliki pemain - pemain dengan tipe yang saya sukai, dari mulai Baggio, Boban, Sheva, Pirlo, Nesta, Redondo, dan Kaka. Saya selalu suka cara Milan memainkan bola, yang menurut saya hanya kalah indah dari Roma. Keberhasilan Ancelotti mengubah Pirlo dengan peran barunya juga membuat saya terkagum - kagum. Tapi yang membuat saya tertarik untuk rajin mengikuti perkembangan Milan saat ini adalah alasan yang sama saat saya awalnya tertarik mengikuti perkembangan Inter, yaitu: “Tim dengan nama besar tapi gagal berprestasi”. Masa - masa Inter selalu melakukan kesalahan passing dan bermain dengan umpan jauh ke depan tanpa hasil, keputusan dalam jual beli pemain yang salah, lalu sering hanya mengandalkan skill individu dari Ronaldo atau Vieri untuk menang, adalah masa - masa teraktif saya mendukung Inter.

Sejak musim lalu saya lebih sering mengikuti perkembangan AC Milan, karena tertarik melihat sekumpulan pemain tua yang jadi underdog di berbagai kompetisi. Kekerasan hati Ancelotti untuk tidak merombak pasukannya tidak berdampak buruk musim lalu karena Liga Champions dan World Club Cup, tapi musim ini semakin tampak jelas kekurangan mereka, di liga domestik Milan sering dapat diredam di kandang sendiri oleh klub - klub kecil, dan terakhir tadi malam Milan benar - benar terlihat kalah segala - galanya dibanding Arsenal.

Arsenal vs Milan tadi malam mungkin salah satu pertandingan dengan passing error paling banyak yang pernah saya lihat. Arsenal menekan dengan ganas sepanjang pertandingan, semua pemain Arsenal tampak percaya diri dan dewasa memainkan bola. Hleb dan kaki panjang Adebayor membuat bek - bek Milan jatuh bangun bertahan, Ambrosini dan Gattuso yang sering jadi aktor penyelamat Milan di garis belakang gagal bermain baik, tumpulnya Pato di depan menunjukkan bahwa masih banyak yang harus Pato pelajari selain teknik, finishing dan decisionnya masih perlu banyak perbaikan. Ini mengingatkan saya waktu C. Ronaldo datang pertama kali di MU yang terlalu banyak giring bola sendiri dan kemampuan mengumpan yang buruk. Kaka kembali dari cedera dan bermain dengan performa terbaik dalam beberapa pekan terakhir, dan ini membuat saya cukup senang, lari khas Kaka muncul kembali meskipun Flamini cukup berhasil menghadang Kaka sepanjang pertandingan.

Kekalahan tadi malam harusnya menjadi tanda terakhir buat Milan untuk merombak pasukannya. Milan memang perlu diberi shock treatment untuk mengeluarkan mereka dari zona kenyamanan. Tak mudah memang mengubah pasukan yang sudah menghadirkan berbagai gelar, tapi langkah berani memang harus diambil. Formasi ala Ancelotti nampaknya harus diubah dengan menghadirkan pemain baru yang langsung mengisi starting line-up. Menurut saya kunci perombakan Milan ada di lini tengah, trio Ambrosini-Pirlo-Gattuso memang sangat sulit digeser, apalagi mereka jadi tumpuan di tim nasional Italia. Tapi antara Ambrosini dan Gattuso sepertinya harus dikorbankan berikut pula dengan Seedorf. Membeli pemain sayap mungkin bisa memberi warna baru di lini tengah, setelah itu membeli bek kanan baru menurut saya bisa jadi pilihan berikutnya. Di sektor depan menurut saya punya kualitas cukup, buat saya Gilardino masih cukup bagus sebenarnya, tapi diperlukan striker baru untuk mengganti Inzaghi dan Ronaldo. Jadi menurut saya, Milan dalam jendela transfer musim panas nanti harus bisa membeli 4-5 pemain yang langsung mengisi formasi utama.

“Demikian analisis saya sebagai pengamat bola”

March 3, 2008

MY BIG THEME

After a month of confusion in choosing between Knowledge Management and Community Development for my thesis research, at last I made up my mind by taking Knowledge Management as the big theme. This decision quite hard for me, because a lot of attraction for me in those two big subject, there’s the idealism side also I will fulfill in both theme. I decided to join with Prof. Jann Hidajat road map in Knowledge Management, Prof. Jann Hidajat has this big vision: “Collaboration Advantage Through Knowledge Sharing to maximize Value Creation” by integrating three major actors: ABG (Academic, Business, Goverment). This has become the hot issues in business and technopreneur sector and I immediately interested then proposed myself.