FLAMBOYANT FELLOW
in photograph we define ourselves, beneath the blanket of fashion

December 6, 2006

Kecewa Aa Gym ??

SUARA MERDEKA (05/12/2006) :

………

Ratusan ibu yang rutin mengikuti tausiyah Aa Gym siap mencabut dukungannya. Pemicunya, Aa dianggap menyakiti jamaahnya yang sebagian besar kaum perempuan, menyusul pernikahan kedua dengan Alfarini Eridani.

Hal itu dikatakan Ketua Koalisi Perempuan Kecewa Aa Gym (KPKAG), Hj Nani Nurhani, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/12).

Dia menyesalkan tindakan Aa Gym yang mengingkari semua nasihatnya sendiri tentang hubungan ideal dalam keluarga sakinah.

‘’Aa telah gagal membina keluarga sakinah, walau berusaha menyembunyikan. Saya bisa merasakan sakit hati yang dirasakan Teh Ninih (istri pertama Aa Gym-red) ketika tahu Aa menikah lagi,'’ katanya.

Menurutnya, dia bersama dengan jamaah ibu lainnya akan menggelar tanda tangan bersama mencabut dukungan terhadap Aa.

‘’Tanda tangan itu saya siapkan untuk diserahkan kepada Aa,'’ ungkapnya.

Seharusnya, kata dia, selaku penceramah yang jamaahnya sebagian besar kaum perempuan, Aa lebih memahami kaum perempuan, bukan malah menyakiti hati mereka. ‘’Saya melihat itu awal dari kehancuran Aa, sebab seorang laki-laki bisa jatuh karena harta, tahta, atau wanita,'’ tandasnya.

Meski pihaknya tidak pintar dalam ilmu agama, tapi tindakan Aa dinilainya lebih sekadar memenuhi nafsu dengan menikahi mantan model yang juga karyawan MQ tersebut, bukan seperti yang diisyaratkan Nabi.

‘’Tidak bisa dimungkiri, saya bisa merasakan kepedihan hati Teh Ninih yang berusaha dia sembunyikan ketika jumpa pers beberapa waktu lalu. Ia tertekan secara psikologis, dan terpaksa berkorban rasa demi nama besar suaminya,'’ tukasnya.

Sementara itu aktivis perempuan Nursyahbani Kacasungkana yang juga anggota Komisi III DPR dari FKB menyatakan mendukung gerakan tersebut. ‘’Sebagai kaum perempuan, kami tentu saja ikut sakit hati, poligami dengan alasan apa pun telah menyakiti hati kaum perempuan yang kini memiliki kesetaraan gender dengan laki-laki,'’ katanya. (dwi,H27-48a,64v)

Koalisi Perempuan Kecewa Aa Gym ?? Apa lagi nih, apa ga terlalu berlebihan ya ?

6 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://flamboyant.blogsome.com/2006/12/06/kecewa-aa-gym/trackback/

  1. aa gym… sucks juga..

    Comment by agn — December 8, 2006 @ 6:34 am

  2. KOALISI PEREMPUAN PECINTA FAHDI AJAH!

    Comment by fahdi — December 8, 2006 @ 7:48 am

  3. Hentikan Menghujat Aa Gym

    Terus terang, sebetulnya saya malas membahas dan mendiskusikan topik ini. Bukan apa2, tapi saya merasa hal ini akan lebih banyak menyita waktu kerjaan utk bikin argumen :p. Di salah satu milist yg saya ikuti, bahkan diskusinya bisa dibilang cukup panas kalau tidak dibilang sangat.

    Salah satu yg kontra dgn topik ini ada yg mem-fwd tulisan Faqihuddin Abdul Kodir (yg menurut salah seorang anggota milist lain, Faqihuddin ini adalah salah seorang tokoh JIL) yg mengambil sepotong hadits yg isinya bahwa Rasul melarang Ali mempolygami Fathimah. Sayang, hadits yg diambil itu cuman sepotong. Padahal kalau kita baca keseluruhan isi haditsnya, terjemahan kita bisa jauh berbeda, 180 derajat. Biasalah, orang2 JIL kan selalu ngambil ayat ato hadits sepotong2 utk enaknya mereka sendiri, dan kalau tidak cukup hati2, kita bisa termakan oleh pendapat mereka, karena pendapat mereka sangat pro dengan hawa nafsu kita.

    Anyway, alhamd. saya tidak terlalu ambil pusing dengan isu ini (meskipun tetap mengikuti :D ), bukan apa2, tapi saya merasa amalan saya jauh lebih sedikit dibanding amalan beliau yg diperbincangkan, dan kapasitas ilmu beliau juga jauh lebih banyak dibandingkan saya. Kalo buat saya mah, rasanya lebih pantas utk lebih banyak bertaubat dibandingkan nambah dosa lagi dgn menghujat org lain. Lagipula, kita tidak pernah diajarkan utk menerka niat seseorang.

    Oleh karena itu, mungkin ada baiknya saya pasang tulisan dari mbak Hana disini. Tulisan beliau saya dapat dari fwd seorang teman di suatu milist. Terima kasih mbak Hana atas pencerahannya dan taushiyahnya :) .

    ———————————————
    HENTIKAN MENGHUJAT AA GYM

    Banyak tanggapan miring ttg poligami yg dilakukan oleh AA Gym,
    hingga akupun kebagian sms dari barisan para wanita yg kecewa atas
    putusan AA. Hmm…rasanya tidak adil bila menghakimi AA spt ini.
    Apakah yg dilakukan oleh beliau itu salah??yg salah adalah kelakuan
    anggota DPR yg beradegan mesum dengan wanita yg bukan istrinya!! Lalu
    apakah yg dilakukan oleh AA ini berdosa??jelas untuk saat ini yg
    dilakukannya bukan sebuah perbuatan dosa, tapi perbuatan halal yg
    diatur dalam Al-Qur’an dan dibolehkan oleh Allah. Apakah perbuatannya
    melanggar komitmen dan kesucian pernikahan? Tergantung mau dari sudut
    mana kita mengukurnya? Dari sudut agama dan aturan hukum secara etika
    dan moral tentu tidak dong??aturan agama mengijinkan, aturan hukum
    buatan manusiapun dijalankan dan secara etika dan moralpun beliau
    telah mendapat ijin dari istri tercintanya. Dari sudut perasaan
    wanita yg sedih?walah. ….orang sedih karena memberikan sesuatu yg
    dicintainya kepada orang lain, lalu apakah
    salah bila istrinya sedih??tapi untuk sakit hati, siapa yg bisa
    menjamin dan mengetahui rasa sakit yg diderita oleh istri
    pertamanya?? Kita diajarkan menghukum orang karena perbuatan
    dzohirnya, tapi masalah hati itu semua adalah urusan yg bersangkutan
    dan Allah saja, jadi….kita nda usah sok tahu mengukur2 kedalaman
    hati seseorang.

    Jangan menghakiminya spt itu. Kalau ada barisan sakit hati yg
    kecewa karena keputusannya yg sudah menjadikan AA sebagai panutan,
    aku yakin AA tidak pernah meminta kita untuk berpanutan pada dirinya.
    Dan perlu diingat, beliau adalah pengikut Rasulullah yg seharusnya
    menjadi panutan sesungguhnya, andaikan Rasul melarang dan tidak
    pernah melakukan poligami, mungkin AA pun tidak akan pernah
    melakukannya.

    Seandainya ada orang dan kelompok orang yg mengatasnamakan sunnah
    Rasul dan melakukan poligami tanpa aturan main yg sudah disyaratkan
    dalam Al-qur’an dan sembarangan, tidak adil rasanya bila melimpahkan
    kesalahan orang dan kelompok orang yg mengatasnamakan sunnah Rasul
    pada pundak AA. Dari syarat secara syariat yg diminta dalam islam, AA
    sudah memenuhi semuanya, yaitu dari sisi materi, AA seorang pengusaha
    kaya dengan beberapa perusahaan yg dimilikinya, jadi menghidupi 2
    orang istri dengan 10 orang anak itu tidak masalah bagi dirinya. Dari
    segi fisik, bukan orang sembarangan yg mampu melakukan begitu banyak
    aktivitas dan mengelola beberapa perusahaan. Dari segi ilmu
    pengetahuan agama, rasanya nda perlu dijelaskan dan andai kita mau
    jujur dalam hati, lalu mengapa banyak yg berpanutan padanya??bukankah
    saat ini langka sekali orang yg dijadikan panutan?toch kenapa pilih
    AA yg menjadi panutan??(tanya diri sendiri masing2) lalu adil dalam
    hal materi dan kunjungan,
    rasanya AA bukan orang yg bodoh untuk melakukan keadilan dalam hal
    hitung2an spt itu. Namun dari sudut perasaan Allah tahu sekali bahwa
    manusia memang tidak akan pernah mampu untuk berbuat adil. Dan ada
    pesan serta nasihat dari Allah agar hati2 disana.

    (An Nisaa : 29) Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil
    di antara isteri-isteri( mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat
    demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang
    kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan
    jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan),
    maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Oke..jadi dimana salahnya AA.??

    Hmm…sekarang aku mau membahas ttg istri barunya (teh rini) yg
    seorang janda beranak 3. Pernahkah kita merasakan beratnya hidup
    seorang janda yg mempunyai anak??mereka harus membesarkan, mendidik
    dan mengurus anak2nya seorang diri, hanya karena suaminya yg
    meninggal dunia atau suaminya yg tidak bertanggung jawab terhadap
    anak2nya? Masih beruntung wanita2 yg menjadi janda dan masih bisa
    bekerja mencari nafkah yg halal untuk anak2nya. Tapi pernahkah
    terpikirkan oleh kita nasib janda2 yg mempunyai anak dan ia tidak
    bekerja?? Salah apa mereka? Bukan mereka tidak mau bekerja, tapi kita
    tahu sulitnya mencari pekerjaan saat ini. Salah apa mereka?bila
    suaminya yg menjadi tumpuan harapannya selama ini ternyata meninggal
    dunia. Salah apa mereka?bila banyak laki2 yg tidak bertanggung jawab
    dan meninggalkannya begitu saja bersama anak2nya. Jadi siapa yg
    seharusnya disalahkan pada kasus seorang janda spt ini? Yaitu para
    laki2 yg menjadi suaminya, para laki2 yg menjadi ayahnya, para
    laki2 yg menjadi saudara kandung dan ipar2nya yg tidak perduli akan
    nasibnya dan anak2nya.

    Lalu saat ini ada seorang AA yg bermaksud membantu menyelamatkan
    seorang janda dan anak2nya, tapi kalian salahkan???begituka h cara
    kalian berfikir??egois, kejam, menyebar fitnah tanpa alasan yg jelas
    dan dibuat2. Pernahkah terpikir oleh kalian beratnya hidup seorang
    janda yg berusaha baik dan benar, namun mereka harus menanggung
    fitnah dan cemoohan akibat ulah sebagian wanita2 yg nakal. Pernahkah
    terpikir oleh kalian beratnya hidup seorang janda, untuk mengatakan
    bahwa dia bukan wanita2 nakal itu dari pandangan curiga dan kesinisan
    statusnya? Pernahkah terpikir oleh kalian, beratnya seorang janda
    menjaga harga dirinya, dari ulah laki2 yg selalu berusaha menggodanya
    karena kesendiriannya. Pernahkah terpikir oleh kalian, kata2 apa yg
    harus diucapkan kepada anak2nya yg merindukan figur seorang ayah
    untuk dipamerkannya kepada teman2nya. Pernahkah terpikir oleh kalian
    beratnya seorang janda dari segi materi untuk menghidupi dirinya dan
    anak2nya, dari segi moril untuk menjaga
    dirinya dari pandangan sinis sekitarnya, salah apa mereka??karena
    ulah sebagian wanita nakal lalu menghukumi dirinya yg tidak melakukan
    hal2 negatif dipandangan mata sekitarnya seperti yg dilakukan oleh
    wanita2 nakal itu. Pernahkah terpikir oleh kalian beratnya seorang
    janda yg harus keluar dari rumah kontrakannya bersama anak2nya karena
    tidak mampu membayar kontrakan dikarenakan tidak bekerja. Pernahkah
    kalian melihat adegan tangis seorang janda dengan anak2nya karena
    rasa takut adanya orang2 jahat yg selalu mengawasi mereka. Dimana
    hati nurani kalian?? Andaikan itu terjadi pada ibu2 kalian, saudara
    perempuan kalian, atau anak perempuan kalian sendiri, apakah kalian
    masih tetap menyalahkan para wanita yg bersedia di madu?atau
    menyalahkan para lelaki sholeh yg ingin poligami??

    (An Najm: 32) (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan
    perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
    Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui
    (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika
    kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan
    dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang
    bertakwa.

    Hmm…aku singgung harga diri para laki2 sholeh dan pemuka2 islam
    yg mengerti syariat islam dan mampu dalam hal materi, sebenarnya aku
    ragukan kemampuan kalian dalam mendidik keluarga dan mengajarkan
    syariat islam yg benar kepada istri dan anak2 kalian. Kalau memang
    benar2 mengerti akan hukum2 islam, kenapa tidak berani mengambil
    tindakan yg spt AA lakukan? Kenapa?pengecut dan takutkah membicarakan
    dan meminta ijin kepada istri tua kalian, karena selama ini yg
    diajarkan ttg syariat islam adalah orang di luar keluarga kalian dan
    bukan pada anak dan istri kalian. Kenapa?? Takut nda mampu berbuat
    adil? Atau takut di cemooh oleh orang2 awam yg nda ngerti syariat
    islam yg benar. Hmm…atau mau menyelamatkan diri sendiri dan tidak
    perduli dengan kenyataan untuk mengajarkan syariat islam kepada
    keluarga yg lain. ataukah yg diajarkan kepada umat selama ini hanya
    berupa modul2 dan bahan ajaran saja dan bukan untuk diaplikasikan?

    Hmm…atau mau berdalih bila ingin membantu itu tidak perlu
    menikahi dan poligami?benar sich..kalau ingin membantu secara materi
    itu tidak perlu menikahi dan poligami, tapi..gimana dengan kehormatan
    diri seorang janda yg juga perlu dilindungi?terpikir kah oleh kalian,
    kalau kebaikan kalian berupa materi itu malah mengundang nilai
    negatif lagi pada diri janda itu, seandainya orang lain tahu. Ataukah
    kalian yakin dengan hati dan perasaan kalian yg tidak mempunyai rasa
    ketertarikan dan keinginan untuk menikahi dirinya??

    Hmm…ada yg berkata, kenapa para janda tidak memilih para bujangan
    atau orang2 yg sendirian? Iya sich, tapi apakah seorang ibu (janda)
    baik2 yg mempunyai anak, mau begitu saja menyerahkan dirinya dan
    hidup anak2nya dengan laki2 sembarangan yg penting status hilang??
    Walahhh..kalau hanya menghilangkan status jandanya yg selalu dinilai
    negatif rasanya perceraian yg lalu itu satu kebodohan dan perceraian
    itu seharusnya tidak pernah dia lakukan atau apa daya bila masa
    kontrak hidup suaminya harus habis di dunia.

    Hmm…bila melihat secara fisik istri barunya AA, aku yakin yg
    minat dengannya itu bukan para laki2 beristri saja, duda kaya atau
    bujang keren yg usianya jauh dibawahnya juga pasti banyak yg minat.
    Tapi apakah dia rela menyerahkan hidupnya dan keselamatan anak
    wanitanya (kalau benar anaknya ada yg wanita) pada laki2 yg asal
    kaya, asal keren, asal duda dan asal bujang??nda mungkinlah wanita
    cerdas dan sholeha berpikiran sedangkal itu. Lalu kenapa ia harus
    memilih AA yg sudah berisitri dan mempunyai 7 orang anak? Andai
    bujang keren yg kayapun mampu dia dapatkan.

    Begini…janda yg tidak bekerja lebih berat bebannya dari janda yg
    bekerja, janda yg mempunyai anak lebih berat bebanya dari janda yg
    tidak mempunyai anak, dan janda yg mempunyai anak perempuan lebih
    berat bebanya dari janda yg mempunyai anak laki2. memutuskan untuk
    membagi2 bebannya kepada laki2 lain bagi janda yg mempunyai anak
    perempuan, lebih dalam lagi pemikirannya untuk memutuskan memberikan
    ayah baru untuk anaknya. Janda yg mempunyai anak wanita, dia akan
    berpikiran gimana keselamatan anak wanitanya terhadap ayah baru yg
    akan dinikahinya. Maaf..nanti bisa2 nikahi ibunya dapat pula anaknya.
    Jadi syarat untuk memberikan seorang ayah baru untuk anak gadisnya
    adalah otomatis yg benar2 paham akan ajaran islam yg benar dan
    mengaplikasikan lewat tindakannya, lalu..apakah salah jika teh Rini
    memilih AA Gym sebagai ayah untuk anak2nya??dan tidak memilih bujang
    keren or duda kaya??

    Dan sekarang masalah istri pertamanya AA (teh Ninih). Aku yakin
    beliau nda perlu simpat kita2 untuk mengasihani dirinya dan mengukur2
    rasa sakit dihatinya?? Memang sulit menerangkan dengan akal, tindakan
    wanita sholeha spt beliau, darimana kita tahu beliau tersakiti??dari
    mana kita tahu beliau pura2 tegar?? Wajar dan manusiawi sekali bila
    beliau bersedih, karena harus memberikan sesuatu yg disayangi dan
    dicintainya kepada yg lain. Jadi jangan suka menebak2 isi hati orang
    lain, karena masalah hati itu urusan dia dan Allah. aku jadi teringat
    peristiwa kematian Ibrahim putra Rasulullah dan saat itu Rasul
    bersedih dan berkata “Hati ini sedih, mata meneteskan air mata,
    namun kita tidak mengatakan sepatah katapun, kecuali ucapan yg di
    Ridhoi Allah”

    bila Rasulullah saja menangis karena ditinggal pergi oleh orang yg
    dicintainya, lalu..apakah salah bila teh ninih juga bisa menangis
    karena harus membagi kekasihnya??

    Kalau teh ninih bersedih karena rasa cemburu disebabkan kekasihnya
    ingin menikah lagi itu wajar, tapi andai kita benar2 orang beriman
    dan bertaqwa pada Allah, harusnya kita tahu kalau Allah lebih cemburu
    dari kita. Apakah Allah rela membiarkan hamba yg dicintainya,
    mencintai sesuatu lebih dari cinta kepadaNya? Ingat peristiwa nabi
    Ibrahim yg diminta untuk membuktikan cintanya kepada Allah dengan
    memintanya untuk menyembelih anak yg dicintainya dan ditunggunya
    puluhan tahun, serta meminta Nabi Ibrahim untuk meninggalkan anak &
    istrinya di suatu tempat yg nda berpenghuni. Hmm..coba bayangkan
    pembuktian cinta spt ini tidak bisa diterima oleh akal. Tapi Allah
    butuh pembuktian cinta dari seorang hamba yg disayangiNya dan ini
    satu bukti bahwa Allah sangat pecemburu. Ataukah sifaf pecemburu
    Allah ini hanya teh Ninih saja yg tahu??hingga beliau tidak mau
    mencintai AA melebihi cintanya kepada Allah sedangkan kita semua buta
    akan sifat pecemburu Allah tersebut?? Hmm…aku jadi
    ingat pada saat Rasulullah bertanya pada seorang sahabat :

    “apa yg akan engkau lakukan, apabila melihat istrimu dengan laki2
    lain? lalu kata sahabat “sungguh, aku akan membunuhnya. Lalu Rasul
    tersenyum dan berkata “sesungguhnya kamu begitu karena rasa
    cemburumu, ketahuilah, aku lebih cemburu dari kamu dan Allah lebih
    cemburu dari aku.”

    Mungkin benar teh Ninih mencintai AA, tapi mungkin juga cintanya
    teh Ninih kepada Allah dan RasulNYa lebih besar dari cintanya kepada
    AA.

    (At Taubah: 24) Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-
    saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu
    usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat
    tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan
    Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah
    mendatangkan keputusan-Nya. ” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
    orang-orang yang fasik.

    Jadi….hentikan menghakimi AA, karena beliau tidak pernah meminta
    kita untuk berpanutan pada dirinya, apalagi jika dijadikan panutan
    dan melarangnya untuk melakukan satu sunnah yg diyakininya dan
    dilakukan oleh panutannya beliau (Rasulullah) .

    Untuk para “pemuka2 islam” dilarang keras ikut2an menghujat AA
    dengan dalih nda nyambung dan dibuat2, karena kalian bukan sedang
    membela umat yg kecewa, tapi kalian sedang menutupi ketidakmampuan
    kalian untuk bertindak spt AA. Ketidakmampuan dalam hal materi maupun
    mendidik keluarga kalian ttg islam yg sebenarnya dan selama ini
    kalian hanya memberikan pelajaran kepada orang2 diluar keluarga
    kalian saja dan bukan pada keluarga kalian terlebih dahulu.

    “…….maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang
    paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (An Najm : 32)

    Untuk para lelaki konglomerat, malulah pada diri kalian sendiri yg
    menghujat AA, karena bagi kalian uang mampu membeli segalanya tanpa
    harus pertaruhkan nama baik dan pamor yg ada dipundak kalian selama
    ini, hingga kalian lebih melegalkan pelacuran dan perzinahan di muka
    bumi ini.

    Untuk para lelaki awan dan miskin segalanya, hentikan
    mengatasnamakan sunnah Rasul untuk melegalkan keinginan hawa nafsu
    dan menjadikan Rasul dan AA sebagai kambing hitam dan jalan kalian
    berbuat jahil yg merusak Islam karena kebodohan dan kejahilan kalian,
    tahukah kalian Allah tidak sebodoh pikiran dan kelakuan kalian dan
    Allah mengetahui semua tindakan bodoh kalian yg akan diperhitungkan
    olehNya kelak.

    Untuk para ibu2 barisan sakit hati, hentikan menghujat AA, jangan
    mencari-cari topik AA sebagai panutan dan mengatasnamakan simpati
    kepada teh Ninih, sesungguhnya bukan itu yg kalian khawatirkan, tapi
    ketakutan kalian bila suami2 kalian mengikuti jejak AA tanpa aturan
    yg benar. Jika kalian benar2 simpati kepada istri pertama AA,
    hentikan menghujat suaminya, karena seorang istri tidak akan pernah
    rela suaminya dihujat walaupun dia melakukan kesalahan sekalipun,
    apalagi bila dihujat pada sesuatu yg bukan kesalahan, terbayangkah
    pada kalian, sakitnya hati wanita sholeha itu mendengar hujatan2 thdp
    suaminya yg ingin membela ketetapan Allah. Jadi hentikan omong kosong
    yg mengatasnamakan simpati.

    Untuk para wanita2 jahil hentikan menghujat teh Rini (istri baru
    AA) karena sesungguhnya kalian lebih suka melacurkan diri dan
    mendapatkan uang dari beberapa laki2 hidung belang yg kaya raya. Dan
    karena pelacuran dan kemurahan harga diri kalianlah, para wanita
    baik2 harus menanggung resiko ditimpahkan semua kesalahan dan
    kejahilan kalian dipundak wanita sholeha.

    Untuk para pejabat pemerintah, jangan gunakan kekuasaan kalian
    untuk menghentikan hukum Allah yg berjalan perlahan namun pasti di
    muka bumiNya dengan hukum yg akan kalian buat. Sesungguhnya kekuasaan
    kalian tidak akan mampu menghalangi sebuah keyakinan karena keimanan
    kepada janji Allah dan RasulNya. Kalau kalian ingin membuat hukum,
    buatlah hukum yg melarang perzinahan, pelacuran dan perselingkuhan yg
    dilakukan oleh pejabat2 kalian yg sudah kami bayar mahal untuk duduk
    disana, tapi pejabat2 kalian membuat malu kami sebagai rakyatnya yg
    harus melihat adegan2 bugil seorang pejabat negara yg dibayar mahal
    oleh pajak kami sebagai warga negara. Salah apa kami pada kalian?? yg
    mempunyai pemimpin spt kalian hingga membuat kami malu sebagai warga
    yg dipimpin oleh kalian?! Kalian kurang ajar dan tidak punya rasa
    malu!!

    (Al An’aam : 129) Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-
    orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain
    disebabkan apa yang mereka usahakan.

    Dan untuk para ulama dan pemuka2 islam, apakah kalian akan diam
    begitu saja melihat seorang AA yg sedang berusaha menerapkan satu
    keyakinannya yg juga berhubungan dgn masalah pribadinya dengan Allah
    dicampuri oleh orang2 bodoh dan penguasa? dan mendiamkan tingkah laku
    para penguasa yg tanpa ilmu yg benar untuk menghentikan hukum Allah
    berjalan perlahan disini.

    (Al Baqarah: 42) Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan
    yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang
    kamu mengetahui.

    Secara syariat AA memenuhi semuanya, kita diajarkan menghukum
    seseorang karena perbuatan dzohirnya dan bukan perbuatan hatinya dan
    niatnya, lalu dimanakah salahnya AA??apakah kalian sudah bertindak
    spt Allah yg mengetahui isi hati manusia dan menerka2 tentang hawa
    nafsu seseorang?? Aku tidak mengenal AA secara langsung, tapi aku
    tidak bisa tinggal diam pada saat semua orang mulai menghujat dan
    menghakimi dirinya hanya karena urusan pribadinya yg direstui oleh
    keluarganya dan ini tidak adil. Seandainya AA mengumbar hawa nafsunya
    semata, rasanya tidak akan pernah bertindak bodoh dengan
    mempertaruhkan pamor dan nama baiknya yg selama ini sudah
    didapatkannya. Keluarga mereka sedang berusaha berubuat baik dan
    lebih dalam ibadah dengan mengorbankan materi dan perasaannya, jadi
    jangan kalian tambah lagi dengan menyiksa batinnya yg menghujat
    dengan sangkaan2 jahat kalian.

    Akhirnya dari ku….

    (Ibrahim : 38) Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa
    yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada
    sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun
    yang ada di langit.

    Wassalam,

    Hana

    Comment by Hellboy — December 13, 2006 @ 10:08 pm

  4. mang hilboy nuhun urg jadi nambah banyak ilmu,urg juga ga mau brprasangka buruk…

    Comment by ahung — December 14, 2006 @ 4:45 pm

  5. errrrr.. apa ya… aa gym sucks!

    Comment by agn — December 21, 2006 @ 10:40 pm

  6. Menurut saya sich poligami di mata kebanyakan kaum ibu Indonesia belum bisa diterima secara ikhlas, sekalipun dalil yang disuguhkan adalah ayat-ayat suci. Tapi insya Allah tidak sampai 20 tahun kedepan kaum ibu bakalan nyuruh suaminya untuk nikah lagi percaya deh.

    Comment by Slamet Riyadi — October 19, 2007 @ 3:46 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>