FLAMBOYANT FELLOW
in photograph we define ourselves, beneath the blanket of fashion

September 28, 2006

Yudistira, the holy man

Yudistira, tokoh pewayangan yang nyaris sempurna, bagai org suci, merupakan saudara tertua dari keluarga Pandawa, tidak seperti Bima atau Arjuna yang terkenal akan kesaktian dan sifat ksatria mereka, maka yudistira lebih terkenal karena sifatnya yang mulia, jujur, tak pernah murka, dia dapat mengendalikan nafsu duniawinya. Sebagai raja dia sangat adil dan bijaksana, selalu berusaha menghindari konflik dan tidak menyukai peperangan.

Satu2nya kebohongan yg pernah dilakukan Yudistira seumur hidupnya adalah kepada Resi Dorna, saat perang Bharatayuda. Saat itu pihak Pandawa kewalahan menghadapi Resi Dorna yg sakti, untuk melemahkan semangatnya maka Sri Kresna memerintahkan Bima untuk membunuh gajah yg bernama Astama, karena namanya mirip dengan putra kesayangan Dorna Aswatama, setelah membunuh Astama maka Bima berteriak mengumumkan kematian Astama. Berita ini terdengar kurang jelas oleh Dorna karena pendengarannya yg kurang baik, sehingga dia mengira Aswatama yg gugur.. Dorna tidak percaya bgitu saja karena Aswatama cukup sakti, ga mudah dikalahkan oleh Bima sekalipun, lalu dia bertanya pada Yudistira yg memang sudah diplot oleh Sri Kresna utk berada dekat Dorna..Yudistira berbohong dengan mengatakan memang Aswatama yang gugur meskipun setelahnya dia berbisik pelan bahwa gajah Astama yang gugur, Dorna langsung kehilangan semangat hidupnya dan dgn mudah dikalahkan.

Betapa mulianya Yudistira terlihat pada kereta kuda yg dia gunakan, keretanya selalu melayang sejengkal diatas tanah, Namun karena satu kebohongan yg dia lakukan maka keretanya lgsg turun menyentuh tanah. Kelak Yudistira dan saudara2 Pandawa lainnya memutuskan utk naik ke tempat para dewa di Gunung Mahameru. Hanya Yudistira yang berhasil sampai puncak, kemudian dia diantarkan oleh dewa Brahma melihat tempat manusia diganjar atas perbuatannya selama di dunia, yaitu surga dan neraka. Sebenarnya Yudistira bisa langsung masuk surga, namun karena satu kebohongan yg dia buat maka dia harus menunggu saudara2nya yang lain membayar dosanya di neraka, kemudian bersama2 masuk surga.

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://flamboyant.blogsome.com/2006/09/28/yudistira-the-holy-man/trackback/

  1. is that really you gung? NICE WRITING,,, three thumbs up

    Comment by fahdi — October 3, 2006 @ 8:49 am

  2. Thanks for remind me the story I read 27 yrs ago…
    Tonight I need it for something

    Comment by lukie — October 26, 2007 @ 1:13 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>